Medan, Juli 2026 – Dalam upaya memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan menuju perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing, Universitas Dharmawangsa (UNDHAR) melaksanakan rangkaian kegiatan benchmarking, penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), serta Memorandum of Agreement (MoA) dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Provinsi Aceh. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 21 Juli 2026 tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Dharmawangsa, Dr. H. Zamakhsyari bin Hasballah Thaib, Lc., M.A., didampingi jajaran pimpinan universitas, para dekan, ketua lembaga, kepala biro, kepala unit, serta sejumlah dosen dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Dharmawangsa.
Adapun perguruan tinggi yang menjadi mitra strategis dalam kegiatan ini meliputi Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Iskandar Muda (UNIDA), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh. Selain memperkuat hubungan kelembagaan, kunjungan ini juga menjadi momentum penting bagi Universitas Dharmawangsa untuk melakukan studi banding (benchmarking) terhadap berbagai praktik terbaik (best practices) dalam tata kelola perguruan tinggi, pengembangan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, internasionalisasi, serta penguatan jejaring kemitraan nasional dan internasional.
Rektor Universitas Dharmawangsa menyampaikan bahwa transformasi perguruan tinggi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas institusi sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia.
“Universitas Dharmawangsa terus berkomitmen membangun jejaring kerja sama yang produktif dan berkelanjutan. Kolaborasi bukan hanya sebatas penandatanganan dokumen, tetapi harus diwujudkan dalam implementasi program nyata yang memberikan manfaat bagi dosen, mahasiswa, institusi, dan masyarakat luas,” ujar Dr. H. Zamakhsyari.
Agenda pertama dilaksanakan di Universitas Syiah Kuala (USK), perguruan tinggi negeri tertua dan terbesar di Provinsi Aceh yang memiliki reputasi nasional maupun internasional.

Rombongan Universitas Dharmawangsa disambut secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis Universitas Syiah Kuala, Dr. Ir. Ramzi Adriman, S.T., M.Sc., yang hadir mewakili Rektor Universitas Syiah Kuala beserta jajaran pimpinan universitas.
Dalam sambutannya, Dr. Ramzi Adriman menyampaikan apresiasi atas kunjungan Universitas Dharmawangsa dan berharap kerja sama yang dibangun mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi merupakan salah satu strategi penting dalam menghadapi berbagai tantangan global, khususnya dalam pengembangan pendidikan, penelitian, inovasi, hilirisasi hasil riset, serta peningkatan daya saing lulusan.
Sementara itu, Rektor Universitas Dharmawangsa menyampaikan bahwa Universitas Syiah Kuala merupakan salah satu perguruan tinggi yang memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan akademik, tata kelola universitas, penelitian, hingga pengembangan kerja sama internasional. Oleh karena itu, Universitas Dharmawangsa menjadikan USK sebagai salah satu mitra strategis dalam proses pembelajaran kelembagaan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua universitas yang menjadi landasan kerja sama pada berbagai bidang, meliputi: penyelenggaraan pendidikan; penelitian kolaboratif; pengabdian kepada masyarakat; pengembangan sumber daya manusia; pertukaran dosen dan mahasiswa; implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM); pengembangan inovasi; publikasi ilmiah; serta kerja sama kelembagaan lainnya.
Selain penandatanganan MoU, delegasi Universitas Dharmawangsa juga melaksanakan kegiatan benchmarking terhadap berbagai aspek tata kelola Universitas Syiah Kuala, antara lain sistem penjaminan mutu internal, pengembangan kerja sama, digitalisasi layanan akademik, tata kelola organisasi, pengembangan riset, serta strategi peningkatan reputasi perguruan tinggi.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan saling bertukar pengalaman mengenai tantangan pengelolaan perguruan tinggi di era transformasi digital dan kebijakan pendidikan tinggi berbasis Outcome Based Education (OBE).
Rangkaian kegiatan berikutnya dilaksanakan di Universitas Iskandar Muda (UNIDA) Banda Aceh melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) yang menjadi dasar pelaksanaan berbagai program kolaboratif di masa mendatang. Penandatanganan dilakukan sebagai bentuk komitmen kedua perguruan tinggi untuk memperkuat sinergi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan jejaring internasional.
Usai penandatanganan, kedua institusi melaksanakan forum diskusi strategis yang membahas sejumlah peluang kerja sama yang dinilai memiliki prospek besar untuk segera direalisasikan. Salah satu agenda utama yang menjadi pembahasan adalah penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional. Kedua perguruan tinggi sepakat bahwa pelaksanaan KKN di luar negeri akan menjadi salah satu program unggulan yang dapat memperluas wawasan global mahasiswa sekaligus memperkuat implementasi pengabdian kepada masyarakat dalam konteks internasional. Program tersebut dirancang tidak hanya sebagai kegiatan akademik, tetapi juga menjadi media diplomasi pendidikan, pertukaran budaya, serta penguatan jejaring internasional perguruan tinggi.
Selain KKN Internasional, kedua universitas juga membahas pengembangan berbagai kegiatan internasional yang meliputi: Joint Research; Joint Publication; Visiting Professor; Lecturer Exchange; Student Exchange; International Community Service; International Conference; Summer Course; Seminar Internasional; Workshop bersama; serta berbagai program internasional lainnya. Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan capaian indikator internasionalisasi perguruan tinggi serta memperluas peluang kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan di luar negeri.
Dalam forum diskusi tersebut, Universitas Iskandar Muda juga memperkenalkan kawasan pengembangan pertanian seluas 22 hektare yang dimiliki universitas. Lahan tersebut dirancang sebagai kawasan pendidikan, penelitian, laboratorium lapangan, pengembangan teknologi pertanian modern, ketahanan pangan, hingga pemberdayaan masyarakat. Universitas Dharmawangsa menyambut baik peluang kerja sama tersebut, mengingat kawasan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai lokasi praktik mahasiswa, penelitian multidisiplin, pengembangan inovasi pertanian, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Salah satu program menarik yang turut dibahas adalah pengembangan kawasan camping ground atau kegiatan berkemah sebagai bagian dari pembelajaran luar ruang (Outdoor Learning). Program ini dirancang sebagai media pengembangan karakter mahasiswa melalui berbagai kegiatan kepemimpinan, pelatihan organisasi, pendidikan lingkungan hidup, penguatan soft skills, hingga kegiatan kemah pengabdian masyarakat. Kedua universitas sepakat bahwa model pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) menjadi salah satu pendekatan yang relevan dalam membentuk lulusan yang adaptif, tangguh, dan memiliki kemampuan kepemimpinan. Sebagai penutup kegiatan, dilakukan pertukaran plakat, penyerahan dokumen kerja sama, dan sesi foto bersama.

Agenda berikutnya dilaksanakan kunjungan ke Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam negeri terkemuka di Indonesia. Kegiatan diawali dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Dharmawangsa dan UIN Ar-Raniry sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperluas kolaborasi kelembagaan. Sebagai tindak lanjut dari MoU tersebut, dilaksanakan pula penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara beberapa fakultas di lingkungan Universitas Dharmawangsa dengan fakultas-fakultas di UIN Ar-Raniry. Adapun fakultas yang menjalin kerja sama meliputi: Fakultas Hukum; Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer; Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik; Fakultas Perikanan; Fakultas Agama Islam; Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Kerja sama tersebut diarahkan pada implementasi berbagai program akademik, antara lain pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah bereputasi, pertukaran dosen dan mahasiswa, penyelenggaraan seminar nasional maupun internasional, pengembangan MBKM, hingga peningkatan akreditasi program studi.Selain penandatanganan MoA, delegasi Universitas Dharmawangsa juga melakukan benchmarking ke sejumlah fakultas di lingkungan UIN Ar-Raniry. Dalam kunjungan tersebut, rombongan memperoleh berbagai informasi mengenai tata kelola fakultas, pengembangan laboratorium, pelayanan akademik, sistem penjaminan mutu, pengelolaan penelitian dan pengabdian masyarakat, hingga strategi pengembangan kerja sama yang telah dijalankan UIN Ar-Raniry.

Diskusi berlangsung produktif dengan semangat saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik sebagai upaya bersama meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Seluruh rangkaian kegiatan benchmarking, penandatanganan MoU, dan MoA yang dilaksanakan di Banda Aceh merupakan bagian dari strategi Universitas Dharmawangsa dalam memperkuat transformasi kelembagaan melalui kolaborasi yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.
Bagi Universitas Dharmawangsa, kerja sama antarlembaga bukan sekadar memenuhi indikator kinerja perguruan tinggi, melainkan menjadi instrumen penting dalam membangun budaya akademik yang kolaboratif, memperkuat kapasitas institusi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas akses terhadap jejaring nasional dan internasional.
Rektor Universitas Dharmawangsa, Dr. H. Zamakhsyari bin Hasballah Thaib, Lc., M.A., menegaskan bahwa seluruh dokumen kerja sama yang telah ditandatangani akan segera ditindaklanjuti melalui penyusunan program implementasi yang terukur dan berorientasi pada hasil.
“Kami berharap kerja sama yang telah dibangun bersama Universitas Syiah Kuala, Universitas Iskandar Muda, dan UIN Ar-Raniry tidak berhenti pada seremoni penandatanganan, tetapi berkembang menjadi berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta mendorong lahirnya inovasi yang berdampak bagi pembangunan bangsa,” ungkapnya.

Melalui penguatan kemitraan strategis ini, Universitas Dharmawangsa semakin menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang terus bertumbuh, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta konsisten membangun kolaborasi dalam rangka mewujudkan visi menjadi universitas unggul yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi dan ikuti sosial media kami:
Facebook
@universitasdharmawangsa
UNDHAR TV
undhar.medan
Dharmawangsa…!!! Excellent 👍🏻
Kampusnya Entrepreneur Muda.
#UniversitasDharmawangsa #Unggul #Terpercaya
#AkreditasiBaikSekali #KampusnyaEntrepreneurMuda
#BerdayaSaing #BerjiwaEntrepreneurship

