Jakarta, Juni 2026 – Komitmen Universitas Dharmawangsa dalam memperluas jejaring internasional kembali diwujudkan melalui pertemuan resmi antara Rektor Universitas Dharmawangsa, Assoc. Prof. Dr. Zamakhsyari bin Hasballah Thaib, Lc., M.A., dengan Duta Besar Negara Kuwait untuk Republik Indonesia, H.E. Khalid Jassim Al-Yassin, di Kedutaan Besar Kuwait, Jakarta. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat persahabatan tersebut menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara Universitas Dharmawangsa dengan Pemerintah Kuwait, khususnya dalam bidang pendidikan tinggi, pengembangan sumber daya manusia, riset, serta kerja sama internasional yang berorientasi pada peningkatan kualitas akademik dan penguatan hubungan bilateral Indonesia–Kuwait.
Rektor Universitas Dharmawangsa menyampaikan apresiasi kepada Duta Besar Kuwait atas sambutan yang diberikan serta kesempatan untuk berdiskusi mengenai berbagai peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Menurutnya, Universitas Dharmawangsa terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui internasionalisasi kampus, memperluas jaringan kemitraan global, dan membangun kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan di Timur Tengah. Dalam pertemuan tersebut, salah satu agenda utama yang dibahas adalah dukungan Kedutaan Besar Kuwait terhadap pengembangan Pusat Kajian Timur Tengah (Middle East Studies Center) Universitas Dharmawangsa. Pusat kajian tersebut dirancang sebagai wadah akademik yang berfokus pada pengembangan studi mengenai bahasa Arab, peradaban Islam, budaya, politik, ekonomi, diplomasi, serta dinamika sosial di kawasan Timur Tengah.

Keberadaan Pusat Kajian Timur Tengah diharapkan tidak hanya menjadi pusat penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi media untuk memperkuat hubungan akademik antara Indonesia dan negara-negara Timur Tengah melalui berbagai kegiatan ilmiah, seminar internasional, penelitian kolaboratif, publikasi akademik, hingga pertukaran keilmuan antara dosen dan mahasiswa.
Duta Besar Kuwait menyambut baik inisiatif tersebut dan menyampaikan bahwa Kedutaan Besar Kuwait siap memberikan dukungan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki guna mendorong pengembangan kerja sama akademik yang lebih erat antara Universitas Dharmawangsa dan berbagai institusi pendidikan di Kuwait. Selain pengembangan pusat kajian, pembahasan juga difokuskan pada upaya memperoleh pengakuan (recognition) Universitas Dharmawangsa dari Kementerian Pendidikan Tinggi Kuwait. Menurut Duta Besar, pengakuan resmi dari pemerintah Kuwait merupakan salah satu persyaratan penting agar sebuah perguruan tinggi luar negeri dapat menjalin kerja sama akademik secara lebih luas dengan universitas-universitas di Kuwait.
Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Kuwait mendorong Universitas Dharmawangsa untuk melengkapi seluruh persyaratan administratif maupun akademik sesuai ketentuan yang berlaku di Kementerian Pendidikan Tinggi Kuwait. Apabila pengakuan tersebut berhasil diperoleh, maka akan terbuka peluang yang lebih besar bagi Universitas Dharmawangsa untuk menjalin kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Kuwait. Kerja sama tersebut nantinya dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti penyelenggaraan riset bersama, konferensi internasional, pertukaran mahasiswa, pengembangan kurikulum, hingga pembukaan peluang bagi mahasiswa Kuwait untuk melanjutkan studi di Universitas Dharmawangsa sebagai salah satu perguruan tinggi tujuan pendidikan di Indonesia.
Pembahasan lainnya yang mendapat perhatian khusus adalah mengenai program pertukaran dosen (faculty exchange). Kedutaan Besar Kuwait menyatakan dukungannya terhadap pengembangan program pertukaran akademisi sebagai bagian dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan tinggi. Melalui program tersebut, dosen-dosen Universitas Dharmawangsa diharapkan memperoleh kesempatan untuk mengikuti pelatihan akademik, program peningkatan kompetensi, serta memperdalam kemampuan berbahasa Arab secara langsung di Kuwait. Pengalaman akademik internasional tersebut diyakini akan memberikan nilai tambah bagi peningkatan kualitas pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat yang menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Rektor Universitas Dharmawangsa menyampaikan bahwa penguatan kompetensi bahasa Arab menjadi salah satu prioritas dalam mendukung pengembangan studi Islam dan kajian Timur Tengah di lingkungan kampus. Oleh karena itu, dukungan Kedutaan Besar Kuwait dinilai sangat strategis dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban tersebut, Rektor Universitas Dharmawangsa juga menyampaikan harapan agar Duta Besar Kuwait dapat memperkenalkan Universitas Dharmawangsa kepada para syekh, lembaga filantropi, yayasan sosial, maupun para dermawan di Kuwait yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pendidikan melalui program wakaf.

Menurut Rektor, partisipasi para wakif dari Kuwait akan menjadi kontribusi yang sangat berarti dalam mendukung pembangunan dan pengembangan Universitas Dharmawangsa, baik dalam bentuk pembangunan gedung perkuliahan, masjid kampus, perpustakaan, pusat riset, laboratorium, beasiswa mahasiswa, maupun fasilitas pendidikan lainnya yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Beliau menegaskan bahwa konsep wakaf pendidikan merupakan investasi sosial yang memiliki dampak berkelanjutan dalam mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa. Duta Besar Kuwait menyambut baik penyampaian tersebut dan menyatakan akan membuka ruang komunikasi yang memungkinkan Universitas Dharmawangsa dikenal lebih luas oleh berbagai pihak di Kuwait, sehingga peluang kerja sama di bidang pendidikan maupun filantropi dapat terus dikembangkan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Pertemuan ini menjadi salah satu langkah nyata Universitas Dharmawangsa dalam memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring internasional, khususnya dengan negara-negara Timur Tengah. Melalui kerja sama yang terbangun, diharapkan akan lahir berbagai program kolaboratif yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas kesempatan bagi dosen dan mahasiswa, serta memperkuat peran Universitas Dharmawangsa sebagai institusi pendidikan tinggi yang berdaya saing di tingkat global. Di akhir pertemuan, kedua belah pihak saling bertukar cendera mata sebagai simbol persahabatan dan komitmen untuk terus mempererat hubungan kerja sama. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antara Universitas Dharmawangsa, Pemerintah Kuwait, serta berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di Kuwait, demi kemajuan dunia pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, dan penguatan hubungan persahabatan antara Indonesia dan Kuwait.
Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi dan ikuti sosial media kami:
Facebook
@universitasdharmawangsa
UNDHAR TV
undhar.medan
Dharmawangsa…!!! Excellent 👍🏻
Kampusnya Entrepreneur Muda.
#UniversitasDharmawangsa #Unggul #Terpercaya
#AkreditasiBaikSekali #KampusnyaEntrepreneurMuda
#BerdayaSaing #BerjiwaEntrepreneurship

