Sesungguhnya upaya mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Oleh karena itu, adanya penyelenggaraan pendidikan, khususnya pendidikan tinggi merupakan suatu keharusan konstitusional.

Pembangunan nasional dalam bidang pendidikan merupakan bagian dari satu upaya mencerdaskan kehidupan bangsa untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya, yakni manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berwawasan pengetahuan yang luas, terampil, sehat jasmani dan rohani, berkepribadian yang mantap dan mandiri, serta memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Tugas penyelenggaraan pendidikan tinggi bukanlah tanggungjawab pemerintah semata, tetapi juga tanggungjawab seluruh masyarakat. Oleh karena itu Yayasan Pendidikan Dharmawangsa Medan ikut berperan serta mendirikan dan menyelenggara-kan satuan pendidikan tinggi yang bernama Universitas Dharmawangsa. Sebagai bagian dari masyarakat ilmiah yang bersifat universal dan sebagai bagian dari Sistem pendidikan Nasional Indonesia, Universitas Dharmawangsa melaksanakan dan mengembangkan tridarma perguruan tinggi dan mempunyai komitmen terhadap pem-bangunan daerah Medan, Pembangunan Regional Sumatera Utara dan Pembangunan Nasional.

Universitas Dharmawangsa dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi bertugas menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan profesi serta vokasi, serta wajib berperan dalam penerapan, pengembangan dan penciptaan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian, serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Agar Universitas Dharmawangsa Medan dapat menunaikan fungsi, visi dan misinya dengan baik sesuai dengan ketentuan Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga Yayasan Pendidikan Dharmawangsa, maka disusunlah Statuta Universitas Dharmawangsa. Kecuali itu bahwa untuk menyelenggarakan tugas di atas, diperlukan pedoman dasar penyelenggaraan kegiatan yang menjadi acuan bagi perencanaan, pelaksanaan, dan pengembangan program, serta penyelenggaraan kegiatan fungsional sesuai dengan tujuan Universitas Dharmawangsa, untuk itu disusunlah Statuta Universitas Dharmawangsa sebagai berikut:

 



 

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Statuta ini, yang dimaksud dengan: .

  1. Statuta adalah Statuta Universitas Dharmawangsa yang merupakan peraturan dasar Pengelolaan Perguruan Tinggi yang digunakan sebagai landasan penyusunan peraturan dan prosedur operasional di Universitas Dharmawangsa.

  2. Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program diploma, program sarjana, program magister, program doctor, program profesi, program spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi berdasarkan kebudayaan bangsa Indonesia.

  3. Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan PendidikanTinggi.

  4. Pendidikan akademik merupakan Pendidikan Tinggi program sarjana dan/atau program pascasarjana yang diarahkan pada penguasaan dan pengembangan cabang Ilmu Pengatahuan dan Teknologi..

  5. Pendidikan profesi adalah Pendidikan Tinggi setelah program sarjana yang menyiapkan mahasiswa dalam pekerjaan yang memerlukan persyaratan keahlian khusus.

  6. Pendidikan vokasi merupakan Pendidikan Tinggi program diploma yang menyiapkan Mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu sampai program sarjana terapan..

  7. Universitas adalah Universitas Dharmawangsa yang berkedudukan di Medan Sumatera Utara

  8. Dewan Pengawas adalah Dewan Pengawas di Universitas Dharmawangsa.

  9. Senat Universitas adalah Senat Universitas Dharmawangsa merupakan badan normatif dan perwakilan tertinggi pada Universitas

  10. Rektor adalah Pimpinan Perguruan Tinggi, yang memimpin pengelolaan di Universitas Dharmawangsa

  11. Pejabat Keuangan adalah Kepala Biro Administrasi Keuangan Universitas Dharmawangsa.

  12. Kepala Biro adalah Kepala Biro di lingkungan Universitas Dharmawangsa.

  13. Fakultas adalah fakultas di lingkungan Universitas Dharmawangsa, yaitu himpunan sumber daya pendukung, yang dapat dikelompokkan menurut jurusan, yang menyelenggarakan dan mengelola pendidikan akademik, vokasi, atau profesi dalam satu rumpun disiplin ilmu pengetahuan, teknologi atau seni.

  14. Dekan adalah pimpinan Fakultas di lingkungan Universitas Dharmawangsa yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan di masing-masing Fakultas

  15. Senat Fakultas adalah Senat Fakultas di lingkungan Universitas Dharmawangsa.

  16. Jurusan/Bagian adalah jurusan/bagian di lingkungan Universitas Dharmawangsa.

  17. Program Studi adalah kesatuan kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang memiliki kurikulum dan metode pembelajaran tertentu dalam satu jenis pendidikan akademik, pendidikan profesi, dan/atau pendidikan vokasi, dalam hal ini adalah program studi di lingkungan Universitas Dharmawangsa.

  18. Tenaga Kependidikan adalahanggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat dengan tugas utama menunjang penyelenggaraan pendidikan tinggi di Universitas Dharmawangsa

  19. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan Universitas Dharmawangsa dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebar-luaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

  20. Dosen Tetap adalah dosen yang bekerja penuh waktu dan berstatus sebagai tenaga pendidik profesional dan ilmuwan tetap di Universitas Dharmawangsa.

  21. Mahasiswa adalah peserta didik pada jenjang Pendidikan Tinggi, yang dalam hal ini adalah yang terdaftar di Universitas Dharmawangsa.

  22. Sivitas akademika merupakan komunitas yang memiliki tradisi ilmiah dengan mengembangkan budaya akademik, yang dalam hal adalah dosen dan mahasiswa Universitas Dharmawangsa.

  23. Alumni adalah seseorang yang telah menyelesaikan pendidikannya di Universitas Dharmawangsa

  24. Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan ajar serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan Pendidikan Tinggi, yang dalam hal ini adalah di Universitas Dharmawangsa.

  25. Baku mutu adalah seperangkat tolok ukur kinerja sistem pendidikan yang mencakup masukan, proses, hasil, keluaran,dan manfaat pendidikan.

  26. Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah kewajiban Perguruan Tinggi untuk menyelenggarakan Pendidikan, peneltian, dan pengabdian kepada masayarakat.

 

BAB II

VISI, MISI DAN TUJUAN

Pasal 2

Visi

Visi Universitas adalah Menjadi Universitas yang Unggul Di Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat yang Berbasis Enterpreneur Di Tingkat Nasional pada Tahun 2023.

Pasal 3

Misi

Misi Universitas Dharmawangsa adalah:

  1. Menyelenggarakan pendidikan (pengajaran, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan serta pengabdian kepada masyarakat), yang mampu memenuhi tuntutan masyarakat pengguna jasa pendidikan tinggi. agar peserta didik menjadi manusia yang berkemampuan akademik dan/atau profesi/vokasi yang berkualitas serta berkepribadian dan berjiwa entrepreneur yang berstandar Nasional.

  2. Melaksanakan, mengembangkan, dan meningkatkan pendidikan, budaya penelitian dan program pengabdian masyarakat dalam rangka peningkatan kualitas akademik dengan mengembangkan ilmu yang unggul, yang bermanfaat bagi perubahan kehidupan masyarakat luas yang lebih baik.

  1. Meningkatkan kerjasama lintas sektoral baik dengan institusi Pemerintah maupun swasta, pada tingkat regional, nasional dan internasional

 

Pasal 4

Tujuan

Tujuan Universitas Dharmawangsa adalah:

  1. Menghasilkan lulusan yang berkualitas yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, humaniora, dan seni, berdasarkan moral agama, berjiwa entrepreneur, memiliki disiplin dan etos kerja serta mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional;

  2. Menghasilkan penelitian inovatif yang mendorong pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi,humaniora, kewirausahaan dan seni dalam lingkup nasional dan internasional;

  3. Menghasilkan pengabdian kepada masyarakat berbasis penalaran dan karya penelitian yang bermanfaat dalam memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa dan pemberdayaan masyarakat secara inovatif agar masyarakat mampu menyelesaikan masalah secara mandiri dan berkelanjutan;

  4. Mengembangkan potensi Mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, sehat jasmani dan rohani, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten, dan berbudaya untuk kepentingan bangsa.

 

BAB III

IDENTITAS

Bagian Satu

Nama, Waktu, dan Tempat Kedudukan

Pasal 5

  1. Nama perguruan tinggi ini adalah Universitas Dharmawangsa disingkat UNDHAR.

  2. Universitas Dharmawangsa berdiri pada tanggal dan diperingati sebagai hari jadi (Dies Natalis)

  3. Universitas Dharmawangsa berkedudukan di Kelurahan Glugur Kota Kecamatan Medan Barat Kota Medan Propinsi Sumatera Utara

 

Bagian Dua

Lambang

Pasal 6

(1) Universitas Dharmawangsa mempunyai sebuah lambang berbentuk cakra (lingkaran) di dalamnya terdapat :

  • 1 (satu) buah bintang bersegi lima.

  • 1 (satu) buah benteng.

  • 1 (satu) buah lilin yang sedang menyala.

  • 1 (satu) buah pena.

  • 1 (satu) buah buku yang terbuka.

  • 2 (dua) buah atau sepasang kuncup muda yang sedang mekar.

  • Padi dan kapas

  • Tulisan Universitas Dharmawangsa.

(2) Makna Lambang :

  • Sebuah bintang bersegi lima melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa, Pancasila dan cita-cita yang ingin dicapai.

  • Sebuah benteng melambangkan perjuangan rakyat semesta didalam pengertian diharapkan akan menjadi benteng iman, ilmu dan amal.

  • Sebuah lilin yang sedang menyala melambangkan menuntut ilmu pengetahuan untuk menerangi kehidupan manusia.

  • Sebuah pena melambangkan semangat belajar menuntut ilmu untuk kehidupan manusia.

  • Sebuah buku yang sedang terbuka melambangkan belajar seumur hidup.

  • Sepasang kuncup muda yang sedang mekar melambangkan sepasang generasi muda (pria dan wanita) yang menjadi tumpuan harapan bangsa dan negara di masa depan.

  • Padi dan kapas melambangkan keadilan sosial yang akan dicapai untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

  • Tulisan Universitas Dharmawangsa menunjukkan nama dan identitas dari perguruan

tinggi.

 

 

 

 

 

 

 

Bagian Tiga

Bendera

Pasal 7

Bendera Perguruan Tinggi Universitas Dharmawangsa yang terdiri dari 5 (lima) Fakultas dan Program Diploma masing-masing mempunyai bendera sebagai berikut :

 

1. Fakultas Hukum.

  • Warna bendera hijau pupus

  • Ukuran bendera 132 x 87 cm

  • Di tengah bendera terdapat lambang Universitas Dharmawangsa yang dilingkari oleh tulisan Fakultas Hukum Universitas Dharmawangsa.

  • Makna warna hijau pupus lambang keadilan, dengan demikian seluruh civitas akademika dan alumni Fakultas Hukum Universitas Dharmawangsa berupaya untuk menciptakan keadilan bagi seluruh umat.

 

2. Fakultas Ilmu Sosial & Politik.

  • Warna bendera merah muda.

  • Ukuran bendera 132 x 87 cm.

  • Di tengah bendera terdapat lambang Universitas Dharmawangsa yang dilingkari oleh tulisan Fakultas Ilmu Sosial & Politik Universitas Dharmawangsa.

  • Makna warna merah muda melambangkan keagresipan dalam bidang sosial & politik dengan demikian seluruh civitas akademika dan alumni Fakultas Ilmu Sosial & Politik Universitas Dharmawangsa dituntut keagresipannya terhadap kepeduliannya pada bidang-bidang sosial & politik serta ikut ambil bagian dalam perbaikan sosial & politik bangsa.

 

3. Fakultas Perikanan.

  • Warna bendera biru muda.

  • Ukuran bendera 132 x 87 cm.

  • Ditengah bendera terdapat lambang Universitas Dharmawangsa yang dilingkari oleh tulisan Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa.

  • Makna warna biru muda melambangkan kehidupan dialam air dengan demikian seluruh civitas akademika dan alumni Universitas Dharmawangsa berusaha untuk memelihara dan mengembangkan kehidupan di perairan terutama dibidang perikanan.

 

4. Fakultas Agama Islam.

  • Warna bendera hijau tua.

  • Ukuran bendera 132 x 87 cm.

  • Ditengah bendera terdapat lambang Universitas Dharmawangsa yang dilingkari oleh tulisan Fakultas Agama Islam Universitas Dharmawangsa.

  • Makna warna hijau tua melambangkan kedamaian dan kesejukan, dengan demikian seluruh civitas akademika dan alumni Fakultas Agama Islam berupaya untuk menciptakan kedamaian dan kesejukan lahir dan batin bagi seluruh umat yang didasarkan oleh Agama Islam.

 

5. Fakultas Ekonomi.

  • Warna bendera kuning kunyit.

  • Ukuran bendera 132 x 87 cm.

  • Ditengah bendera terdapat lambang Universitas Dharmawangsa yang dilingkari oleh tulisan Fakultas Ekonomi Universitas Dharmawangsa.

  • Makna warna kuning kunyit melambangkan kejayaan dan kemajuan dengan demikian seluruh civitas akademika dan alumni Fakultas Ekonomi Universitas Dharmawangsa dituntut untuk mewujudkan kejayaan dan kemajuan dibidang perekonomian baik didalam negeri maupun diluar negeri.

 

6.Program Diploma.

  • Warna bendera merah

  • Ukuran bendera 132 x 87 cm

  • Ditengah bendera terdapat lambang Universitas Dharmawangsa yang dilingkari oleh tulisan Program Dipoloma Universitas Dharmawangsa.

  • Makna warna merah melambangkan keberanian dan kesiapan dalam penyiapan tenaga kerja yang berpengetahuan akademis, terampil dalam bidangnya dan siap bersaing dalam pasar kerja global.

 

 

Bagian Empat

Lagu Hymne dan Mars

Pasal 8

 

Universitas Dharmawangsa memiliki lagu Hymne disebut Mars Dharmawangsa yang diperdengarkan pada upacara resmi Fakultas/Universitas.

 

 

 

 

 

 

 

Bagian Lima

Identitas Warna

Pasal 9

 

Identitas warna Universitas Dharmawangsa adalah warna Biru, Warna ini melambangkan profesionalisme, pemikiran yang serius, integritas, kesuksesan, ketulusan dan ketenangan.

 

Bagian Enam

Busana Akademik

Pasal 10

Rektor :

  • Topi Toga berwarna hitam dengan tali berwarna merah.

  • Baju Toga berwarna hitam dengan kacu berwarna biru dengan menggunakan les merah dan kuning di tengah.

  • Kalung yang terdiri dari 11 (sebelas) lempengan kuningan berbentuk bulat yang pinggirnya bergerigi ditengah-tengah berlogo Universitas Dharmawangsa.

Dekan :

  • Topi Toga berwarna hitam dengan tali berwarna merah.

  • Baju Toga berwarna hitam dengan kacu berwarna biru yang berles berwarna merah dan kuning ditengah-tengahnya.

  • Kalung terdiri dari 9 (sembilan) lempengan perak berbentuk bulat yang pinggirnya bergerigi ditengah-tengah berlogo Universitas Dharma-wangsa.

Direktur Program Diploma :

  • Topi toga berwana hitam dengan tali berwarna merah.

  • Baju toga berwarna hitam dengan kacu berwarna biru yang berles berwarna merah dan kuning ditengah-tengahnya.

  • Kalung terdiri dari 9 (sembilan) lempengan perak berbentuk bulat yang pinggirnya bergerigi dan ditengah-tengahnya berlogo Universitas Dharmawangsa.

Guru Besar :

  • Topi Toga berwarna hitam dengan tali berwarna merah.

  • Baju Toga berwarna hitam dengan kacu berwarna biru yang berles berwarna merah dan kuning ditengah-tengahnya.

  • Kalung terdiri dari 11 (sebelas) lempengan perak berbentuk bulat yang pinggirnya bergerigi ditengah-tengah berlogo Universitas Dharmawangsa.

Wisudawan :

  • Topi dan baju toga berwarna hitam.

Mahasiswa

  • Jaket Almater berwarna Biru

  • Baju/kemeja warna putih dan celana panjang/rok warna hitam

BAB IV

PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI

Bagian Satu

Kurikulum

Pasal 11

(1) Kurikulum Universitas Dharmawangsa disusun berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi mengaju kepada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) terdiri atas kurikulum nasional dan kurikulum institusional, berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

(2) Kurikulum nasional merupakan penciri kompetensi utama, mempunyai sifat sebagai berikut:

a. Dasar untuk mencapai kompetensi lulusan;

b. Acuan baku mutu penyelenggaraan program studi;

c. Berlaku secara nasional

d. Lentur dan akomodatif terhadap perubahan yang sangat cepat di masa mendatang;

e. Kesepakatan bersama antara kalangan perguruan tinggi, Assosiasi Program Studi, masyarakat, profesi, dan pengguna lulusan.

(3) Kurikulum institusional adalah kurikulum yang ditetapkan oleh Senat Fakultas dan atau Senat Universitas atas dasar hasil identifikasi kebutuhan belajar mahasiswa yang disesuaikan dengan Visi, Misi, dan Tujuan Universitas Dharmawangsa

(4) Kurikulum yang diberlakukan pada setiap program studi ditetapkan oleh Senat Fakultas dan atau Senat Universitas setelah menerima pertimbangan dari Ketua Jurusan dan atau Ketua Program Studi berdasarkan kepada standar nasional pendidikan tinggi dan mengacu kepada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.

(5) Kurikulum yang diberlakukan untuk program profesi ditetapkan atas dasar kesepakatan dengan organisasi profesi terkait.

(6) Evaluasi, penyesuaian dan atau pembaharuan kurikulum serta proses pembelajaran dilakukan secara berkala oleh Program Studi, evaluasi kurikulum setiap program studi dilakukan sekurang-kurangnya sekali dalam 2 tahun

 

Bagian Dua

Pelaksanaan Pendidikan

Pasal 12

(1) Universitas menyelenggarakan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

(2) Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masayarakat, bangsa dan Negara.

(3) Pelaksanaan pendidikan mengacu kepada Standar nasional pendidikan, yang meliputi standar kompetensi lulusan, standar isi pembelajaran, standar proses pembelajaran, standar penilaian pembelajaran, standar dosen dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana pembelajaran, standar pengelolaan pembelajaran, dan standar pembiayaan pembelajaran.

 

Pasal 13

(1) Universitas menyelenggarakan program pendidikan akademik, pendidikan profesi, dan pendidikan vokasi dalam sejumlah disiplin ilmu pengetahuan, teknologi

(2) Pendidikan akademik adalah pendidikan, yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk menguasai, menerapkan, mengembangkan, dan atau menciptakan bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

(3) Universitas menyelenggarakan pendidikan akademik Program Sarjana

(4) Program profesi dapat diselenggarakan atas dasar kerja sama dengan ikatan profesi dan instansi lain yang terkait.

(5) Pendidikan profesi adalah program pendidikan yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan layanan profesi kepada masyarakat atas dasar etika profesi.

(6) Pendidikan vokasi adalah pendidikan yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk menguasai dan menerapkan keahlian tertentu.

(7) Universitas menyelenggarakan pendidikan vokasi yang terdiri atas sejumlah Program Diploma dalam pengelolaan Universitas.

 

Pasal 14

(1) Bahasa pengantar yang digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di Universitas Dharmawangsa adalah Bahasa Indonesia.

(2) Bahasa asing dapat digunakan sebagai bahasa pengantar sejauh diperlukan dalam penyampaian pengetahuan, pelatihan dan atau keterampilan.

 

Pasal 15

(1) Tahun akademik penyelenggaraan pendidikan tinggi dimulai pada bulan September.

(2) Tahun akademik dibagi menjadi minimum 2 (dua) semester dan masing-masing semester terdiri dari minimum 16 (enam belas) minggu.

(3) Administrasi akademik pendidikan tinggi diselenggarakan dengan menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS).

(4) Pendidikan tinggi diselenggarakan melalui proses pembelajaran dengan mengembangkan kemampuan belajar mandiri.

(5) Penyelenggaraan pendidikan tinggi dapat dilakukan dalam bentuk kuliah, seminar, simposium, diskusi, lokakarya, praktikum, dan kegiatan ilmiah lain.

Pasal 16

(1) Universitas mengatur dan menyelenggarakan seleksi penerimaan mahasiswa baru.

(2) Penerimaan mahasiswa baru diselenggarakan dengan memperhatikan asas mutu, pemerataan pendidikan, dan kekhususan Universitas.

(3) Warga negara asing dapat menjadi Mahasiswa di Universitas Dharmawangsa, dengan tetap mengacu kepada peraturan dan undang-undang yang berlaku di Negara Republik Indonesia.

(4) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) dan Ayat (2) diatur oleh Rektor.

(5) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada Ayat (3) berpedoman pada peraturan atau ketentuan yang berlaku.

 

Pasal 17

  1. Evaluasi Pembelajaran dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan dengan cara yang sesuai dengan karakteristik program pendidikan yang bersangkutan dan mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan Tinggi

  2. Kegiatan dan kemajuan belajar mahasiswa dievaluasi secara berkala yang dapat diselenggarakan dalam bentuk ujian, pelaksanaan tugas, dan atau pengamatan oleh dosen.

(3) Evaluasi dapat diselenggarakan melalui kuis, ujian tengah semester, ujian akhir semester, ujian akhir program studi, ujian skripsi.

(4) Untuk mendorong pencapaian prestasi akademik yang lebih berkualitas dapat dikembangkan pemberian penghargaan bagi mahasiswa dan lulusan yang memperoleh prestasi tinggi.

(5) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1), (2), (3), dan (4) diatur oleh Universitas dengan keputusan Rektor.

 

Pasal 18

(1) Ujian akhir program vokasi hanya diselenggarakan pada jenjang Diploma III berupa ujian komprehensif atau ujian praktik kerja.

(2) Ujian akhir program sarjana (Strata 1), terdiri dari ujian komprehensif atau ujian skripsi untuk memperoleh gelar sarjana.

(3) Bentuk ujian akhir untuk program profesi ditentukan atas dasar kesepakatan dari organisasi profesi terkait.

 

Pasal 19

(1) Syarat kelulusan, jumlah satuan kredit semester (sks) yang harus ditempuh, dan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum ditetapkan berdasarkan surat keputusan Rektor.

(2) Rektor menetapkan jumlah sks yang harus ditempuh sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1) dengan berpedoman pada kisaran beban studi bagi masing-masing Program Studi.

 

Pasal 20

(1) Predikat kelulusan terdiri atas tiga tingkat yaitu: memuaskan, sangat memuaskan, dan cum laude (dengan pujian), yang dinyatakan pada transkrip akademik.

(2) Penetapan predikat kelulusan dan tata caranya ditetapkan berdasarkan surat keputusan Rektor dan mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

 

Bagian Tiga

Pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Pasal 21

  1. Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi, data, dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan/atau pengujian suatu cabang pengetahuan dan teknologi.

  2. Penelitian dapat dilakukan oleh perorangan atau kelompok yang dikoordinasikan oleh, Fakultas, program studi, pusat penelitian, atau lembaga penelitian sesuai dengan mandatnya.

  3. Penelitian menghasilkan produk berupa hak atas kekayaan intelektual, artikel ilmiah, teknologi tepat guna,model dan/atau bahan ajar yang dapat diterapkan dan dikembangkan di masyarakat.

  4. Kegiatan penelitian dilaksanakan dengan mengacu kepada Standar nasional Penelitian, yang meliputi; standar hasil, standar isi, standar proses, standar penilaian, standar peneliti, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pendanaan, dan standar pembiayaan penelitian.

  5. Pelaksanaan kegiatan penelitian diatur dengan peraturan Rektor

 

Pasal 22

  1. Pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masayarakat dan mencerdasakan kehidupan bangsa.

  2. Pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan oleh perorangan atau kelompok yang dikoordinasikan oleh Jurusan, Program Studi, Fakultas, atau lembaga pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan mandatnya.

  3. Pengabdian kepada masyarakat melibatkan dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan secara kelompok maupun perorangan.

  4. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat, mengacu kepada Standar nasional Pengabdian kepada Masyarakat, yang meliputi; standar hasil, standar isi., standar proses, standar penilaian, standar pelaksana, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pendanaan dan standar pembiayaan pengabdian kepada masyarakat.

  5. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat diatur dengan peraturan Rektor.

 

BAB V

KEBEBASAN AKADEMIK, KEBEBASAN MIMBAR,

DAN OTONOMI KEILMUAN

Pasal 23

(1) Kebebasan akademik, termasuk kebebasan akademik dan otonomi keilmuan, merupakan kebebasan yang dimiliki oleh anggota sivitas akademika dalam rangka melaksanakan kegiatan yang terkait dengan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, secara bertanggung jawab dan mandiri.

(2) Pimpinan Universitas/Fakultas mengupayakan dan menjamin agar setiap anggota sivitas akademika dapat melaksanakan kebebasan akademik dalam rangka tugas dan fungsinya secara mandiri sesuai dengan aspirasi pribadi dan dilandasi oleh norma dan kaidah keilmuan.

Pasal 24

(1) Kebebasan akademik merupakan bagian dari kebebasan akademik yang memungkinkan sivitas akademika menyampaikan pikiran dan pendapat secara bebas di Universitas/Fakultas sesuai dengan norma dan kaidah keilmuan.

(2) Universitas/Fakultas dapat mengundang tenaga ahli dari luar untuk menyampaikan pikiran dan pendapat sesuai dengan norma dan kaidah keilmuan dalam rangka pelaksanaan kebebasan akademik dan diarahkan untuk memantapkan terwujudnya pengembangan diri sivitas akademika, ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pasal 25

  1. Dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni Universitas dan sivitas akademik berpedoman pada otonomi keilmuan yang perwujudannya diatur oleh Senat Universitas.

  2. Universitas berkewajiban mendorong terbentuknya kelompok keahlian berdasarkan karakteristik keilmuan.

  3. Kelompok keahlian dapat dibentuk sejalan dengan tuntutan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

  4. Kelompok keahlian dapat bersifat antar, lintas, atau multi disiplin ilmu, dalam lingkup internal maupun eksternal Universitas di bawah koordinasi jurusan, fakultas atau Universitas.

 

BAB VI

GELAR, SEBUTAN LULUSAN, DAN PENGHARGAAN

Pasal 26

  1. Universitas wajib memberikan gelar akademik berdasarkan karakteristik masing-masing fakultas bagi para lulusannya baik ditingkat diploma, strata 1 (satu) dan, strata 2 (dua) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

  2. Lulusan pendidikan akademik diberikan hak untuk menggunakan gelar akademik.

(3) Lulusan pendidikan profesi diberikan hak untuk menggunakan sebutan profesi.

(4) Lulusan pendidikan vokasi berhak untuk menggunakan sebutan vokasi.

(5) Jenis gelar akademik, sebutan profesi, dan sebutan vokasi, singkatan dan penggunaannya diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(6) Syarat pemberian gelar akademik, sebutan profesi, dan sebutan vokasi, diatur oleh Senat Universitas dengan berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(7) Rektor berhak mencabut gelar akademik, sebutan profesi, maupun sebutan vokasi yang dicapai secara tidak sah setelah melalui pertimbangan Senat Universitas dan atau Senat Fakultas.

Pasal 27

(1) Rektor dapat memberikan penghargaan kepada seseorang atau lembaga yang dipandang berjasa luar biasa bagi ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan, kemasyarakatan, atau kemanusiaan dan memberikan kontribusi terhadap perkembangan Universitas Dharmawangsa

(2) Kriteria dan bentuk penghargaan diatur sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.

 

Pasal 28

(1) Bukti kelulusan diberikan dalam bentuk ijazah dan/atau sertifikat kompetensi, diterbitkan oleh satuan pendidikan tinggi, sebagai tanda bahwa peserta didik yang bersangkutan telah lulus dari satuan pendidikan

(2). Ukuran, bentuk, isi, warna ijazah dan tanda perhargaan serta lambang yang terdapat dalam ijazah dan tanda penghargaan diatur dengan Peraturan Senat Universitas.

 

BAB VII

TATA KELOLA PERGURUAN TINGGI

Bagian Satu

Pembentukan Organisasi Universitas

Pasal 29

(1) Organisasi Universitas dibentuk berdasarkan pertimbangan:

a. Kewenangan yang dimiliki Universitas;

b. Karakteristik, potensi, dan kebutuhan Universitas;

c. Kemampuan keuangan Universitas;

d. Efisiensi;

e. Ketersediaan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya;

f. Pengembangan pola kerjasama antar Universitas atau dengan pihak ketiga.

(2) Kedudukan, tugas pokok, fungsi dan struktur organisasi Universitas diatur dengan peraturan Universitas.

(3) Penjabaran tugas pokok dan fungsi unit kerja pada organisasi Universitas diatur dengan peraturan Rektor.